Bukan hanya orang kota yang butuh hiburan, orang – orang di pinggiran kota, di di desa – desa juga butuh hiburan. Yang membedakan hanyalah bentuk dan model hiburan yang diinginkan dan yang tersedia.
Orang di kota besar hiburannya di tempat – tempat yang sifatnya tempat hiburan permanen, seperti Mall, Bioskop , Cafe dan sejenis. Atau malah pergi ke tempat – tempat yang indah, sejuk dan eksotis di luar kota. Ada banyak pilihan tempat hiburan di kota, tinggal memilih tempat yang sesuai selera dan sesuai kantong. Semua banyak tersedia.
Tetapi di daerah, di kampung – kampung, di desa – desa, pilihan tempat hiburan sangat terbatas. Jika ingin ke tempat hiburan, biasanya harus ke kota terdekat, itupun jika transportasi tersedia. Biasanya mereka berombongan untuk meuju tempat wisata, entah ke kota, entah ke pantai atau ke tempat – tempat ziarah yang bersifat religi. Di sanalah mereka mendapatkan hiburan yang sesungguhnya.

Oleh karena itu, hadirnya pasar malam menjadi pilihan bagi masyarakat di desa. Pasar malam merupakan tempat hiburan instan bagi warga desa. Event yang biasanya digelar di lapangan desa atau lapangan kecamatan menjadi magnet penarik masyarakat yang butuh hiburan murah, dekat dan bisa dijangkau.
Apalagi pasar malam hanya digelar dalam beberapa minggu saja, sehingga membuat masyarakat berbondong – bondong untuk menghadiri dan mencoba wahana hiburan yang ada.
Bukan hanya wahana hiburan yang tersedia, tetapi juga kuliner khas, pakaian dan penjual mainan menjajakan dagangan di pasar malam. Dengan ke pasar malam, kebutuhan masyarakat akan hiburan dan kebutuhan lain bisa terpenuhi tana perlu jauh – jauh ke kota.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat desa dan kecamatan berharap event pasar malam akan lebih sering digelar untuk menuntaskan dahaga hiburan di kalangan masyakarat desa dan kecamatan.
